Bukan Matahari Terakhir



Alhamdulillah telah terbit...
Buku tentang perjuangan wanita penerus cita-cita Kartini pada era Milenial.  Bahagia menjadi bagian dari 27  kontributor wanita yang menorehkan kisah  para wanita pejuang yang menginspirasi. Semoga bermanfaat..

------------------------------------------------------------------------

BLURB

***

Aku ingat sekali perasaan yang bercampur baur ketika memulai perjalanan sebagai relawan di Malawi. Sebisa mungkin aku tidak melihat ke belakang, sesaat setelah mengucapkan selamat tinggal pada keluarga. Saat itu, aku memasang wajah sedatar-datarnya. Berusaha memperlihatkan kalau aku wanita tangguh yang akan menimba banyak sekali pengalaman di Afrika. Aku menutup hati untuk sesuatu yang bernama MELANKOLIS. Membentengi perasaanku dengan sesuatu yang bernama BANGGA.

Jalan Hidup di Tiga Benua ~ Lili Saragih

***

Lalu apa yang bisa kulakukan? Tinggal jauh di negeri orang tanpa keluarga, tanpa pekerjaan. Naifnya aku dahulu. Selama 13 tahun kuabdikan hidup demi suami dan anak-anak. Tidak sekalipun terbersit jika suatu hari nanti aku berada di posisi seperti sekarang ini, kehilangan semuanya.

Kupejamkan mata. Kuingat masih ada Tuhan. Kubawa resahku dalam doa. Lalu kulihat tangan. Bukan lagi garis tanganku, melainkan dua tangan lemah ini. Memang hanya tangan ini yang kupunya, tapi dengan ini aku masih bisa bekerja. Apa saja, yang penting halal.

Cerita Kartiniku ~ Stella Simamora

***

Akankah kita sanggup berkorban dan berjuang seperti Neneng? Akankah kita punya nyali untuk menggapai cita-cita, walau harus menempuh perjalanan yang berliku dan terjal? Ini bukan bahasa pengandaian ataupun kiasan. Ini adalah fakta yang telah dilakoni Neneng. Jalan yang berliku dan terjal menjadi saksi perjuangan Neneng hingga mencapai sukses. Menempuh perjalanan mengelilingi gunung, resiko perjalanan di bawah ada jurang, di atas tanah bercadas  dan pepohonan.

Bunga Desa Harapan Bangsa ~ Priwahyuningsih

Komentar